
Ketika kehamilan memasuki trimester kedua, dokter perlu mempertimbangkan kondisi pasien dengan lebih menyeluruh sebelum menentukan pilihan penanganan. Salah satu prosedur yang dapat dokter gunakan untuk tindakan aborsi bedah pada usia kehamilan 14 minggu atau lebih adalah dilatasi dan evakuasi (D&E).
World Health Organization (WHO) merekomendasikan D&E sebagai salah satu metode aborsi bedah pada usia kehamilan 14 minggu atau lebih. Dokter perlu memiliki keterampilan yang sesuai dan bekerja di fasilitas kesehatan yang mampu memberikan perawatan yang aman.
Lantas, apa itu dilatasi evakuasi? Bagaimana dokter menjalankan prosedur ini? Mari simak penjelasannya.
Apa Itu Dilatasi Evakuasi?
Dilatasi dan evakuasi atau D&E merupakan prosedur medis yang membantu dokter mengeluarkan jaringan kehamilan dari dalam rahim.
Prosedur ini terdiri dari dua tahap utama. Pertama, dokter melakukan dilatasi atau pelebaran leher rahim. Kedua, dokter melakukan evakuasi untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim.
Dokter dapat menggunakan obat, alat khusus, atau kombinasi keduanya untuk membantu membuka leher rahim. Setelah itu, dokter menggunakan alat medis dan aspirasi untuk mengeluarkan jaringan dari rahim.
WHO merekomendasikan D&E untuk aborsi bedah pada usia kehamilan 14 minggu atau lebih. Dokter juga dapat menggunakan aspirasi vakum sebagai salah satu bagian dari prosedur tersebut.
Mengapa Dokter Perlu Mempersiapkan Leher Rahim?
Dokter perlu mempersiapkan leher rahim sebelum melakukan D&E. Persiapan tersebut membantu dokter mendapatkan akses ke dalam rahim dan menjalankan prosedur dengan lebih terkontrol.
Dokter dapat menggunakan obat atau dilator khusus untuk membantu membuka leher rahim secara bertahap. Pilihan metode bergantung pada usia kehamilan dan kondisi pasien.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa dokter dapat menggunakan obat atau dilator untuk mempersiapkan leher rahim sebelum prosedur D&E. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memulai persiapan tersebut sehari sebelum tindakan.
Baca Juga Webite : Klinik Aborsi Semarang
Bagaimana Dokter Melakukan D&E?
Dokter akan memulai proses dengan memeriksa kondisi pasien. Pemeriksaan dapat mencakup riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan kehamilan sesuai kebutuhan.
Dokter juga akan menentukan usia kehamilan dan menilai kondisi rahim. Informasi tersebut membantu dokter memilih metode persiapan yang sesuai.
Setelah persiapan selesai, dokter melakukan tindakan di fasilitas kesehatan dengan peralatan yang sesuai. Dokter memasukkan alat melalui vagina dan leher rahim untuk mencapai rahim.
Selanjutnya, dokter menggunakan aspirasi dan alat medis lain untuk mengeluarkan jaringan kehamilan dari dalam rahim. Dokter akan memantau kondisi pasien selama prosedur berlangsung.
Pasien juga dapat menerima obat pereda nyeri atau anestesi. Dokter akan memilih jenis pengelolaan nyeri berdasarkan kondisi pasien dan jenis tindakan yang dilakukan.
Karena prosedur D&E membutuhkan keterampilan khusus, pasien perlu memilih tenaga medis yang kompeten serta fasilitas kesehatan yang memadai.
Apakah D&E Sama dengan Kuret?
Banyak orang menyebut berbagai tindakan pada rahim dengan istilah “kuret”. Namun, D&E tidak sama dengan dilatasi dan kuretase atau D&C.
Pada D&C, dokter membuka leher rahim dan menggunakan alat tertentu untuk mengambil jaringan dari dalam rahim. Sementara itu, D&E memiliki teknik yang berbeda dan dokter umumnya menggunakan aspirasi serta instrumen medis lain untuk melakukan evakuasi pada usia kehamilan yang lebih lanjut.
WHO merekomendasikan aspirasi vakum untuk aborsi bedah pada usia kehamilan di bawah 14 minggu. Untuk usia kehamilan 14 minggu atau lebih, WHO merekomendasikan D&E. WHO juga tidak merekomendasikan dilatasi dan kuretase tajam sebagai metode rutin.
Karena itu, pasien sebaiknya menanyakan secara langsung kepada dokter mengenai jenis prosedur yang akan mereka jalani.
Apakah D&E Menimbulkan Rasa Sakit?
Setiap pasien dapat merasakan pengalaman yang berbeda selama prosedur. Sebagian pasien mungkin merasakan kram atau tekanan pada bagian bawah perut.
Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri atau anestesi untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Jenis obat yang dokter pilih akan menyesuaikan kondisi pasien.
Setelah prosedur selesai, pasien mungkin merasakan kram selama beberapa waktu. Pasien juga dapat mengalami perdarahan atau bercak darah dari vagina.
Dokter akan menjelaskan kondisi yang masih tergolong wajar selama pemulihan. Dokter juga akan memberi tahu pasien kapan mereka perlu segera mencari pertolongan medis.
Apa Saja Risiko D&E?
Setiap prosedur medis memiliki risiko. Karena itu, dokter perlu menjelaskan manfaat dan risiko D&E sebelum pasien mengambil keputusan.
Pasien dapat mengalami perdarahan atau infeksi setelah prosedur. Dalam kasus tertentu, tindakan juga dapat menyebabkan cedera pada leher rahim atau rahim.
Beberapa faktor dapat memengaruhi risiko tersebut. Faktor tersebut antara lain usia kehamilan, kondisi kesehatan pasien, keterampilan dokter, serta kualitas fasilitas kesehatan.
WHO menekankan pentingnya tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan sesuai, persiapan leher rahim yang tepat, teknik medis yang benar, serta penerapan pencegahan infeksi selama pelayanan D&E.
Pasien perlu segera menghubungi tenaga medis jika mengalami perdarahan sangat banyak, nyeri yang semakin berat, demam, menggigil, atau kondisi tubuh yang memburuk setelah tindakan.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum D&E?
Pasien perlu mengikuti semua petunjuk dokter sebelum menjalani D&E. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan dan obat yang sedang pasien konsumsi.
Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki alergi obat atau kondisi kesehatan tertentu. Informasi tersebut membantu dokter menentukan persiapan dan pengelolaan nyeri yang sesuai.
Dokter juga akan menjelaskan proses tindakan, persiapan leher rahim, kemungkinan efek samping, serta perawatan setelah prosedur.
Pasien sebaiknya memanfaatkan sesi konsultasi untuk mengajukan pertanyaan. Semakin baik pasien memahami prosedur, semakin mudah pasien mempersiapkan diri.
Bagaimana Proses Pemulihan Setelah D&E?
Setelah dokter menyelesaikan prosedur, tenaga medis akan memantau kondisi pasien. Dokter akan memastikan kondisi pasien stabil sebelum memberikan izin untuk pulang atau menentukan kebutuhan pemantauan lebih lanjut.
Pasien mungkin mengalami kram dan perdarahan ringan selama masa pemulihan. ACOG menjelaskan bahwa pasien dapat mengalami kram selama beberapa hari dan perdarahan atau bercak selama beberapa waktu setelah prosedur trimester kedua.
Dokter akan memberikan petunjuk mengenai aktivitas sehari-hari, obat yang perlu pasien konsumsi, dan jadwal kontrol berikutnya.
Pasien perlu mengikuti petunjuk tersebut dan memperhatikan perubahan kondisi tubuh. Jika muncul keluhan berat, segera hubungi tenaga kesehatan.
Mengapa Pemilihan Dokter Sangat Penting?
D&E pada trimester kedua membutuhkan penilaian dan keterampilan medis yang tepat. Dokter perlu menentukan usia kehamilan, memeriksa kondisi pasien, mempersiapkan leher rahim, serta memilih teknik yang sesuai.
Karena itu, pasien perlu memilih dokter yang memiliki kompetensi dalam menangani prosedur tersebut. Fasilitas kesehatan juga harus memiliki peralatan yang memadai untuk mendukung tindakan dan menangani komplikasi apabila muncul.
WHO menempatkan keterampilan tenaga kesehatan dan kesiapan fasilitas sebagai bagian penting dalam pemberian layanan aborsi yang berkualitas.
Kesimpulan
Dilatasi dan evakuasi (D&E) merupakan prosedur medis yang membantu dokter mengeluarkan jaringan kehamilan dari dalam rahim. WHO merekomendasikan D&E sebagai salah satu metode aborsi bedah pada usia kehamilan 14 minggu atau lebih.
Dokter perlu mempersiapkan leher rahim sebelum melakukan tindakan. Setelah itu, dokter menggunakan aspirasi dan instrumen medis yang sesuai untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim.
D&E berbeda dengan prosedur yang sering masyarakat sebut sebagai “kuret”. Karena itu, pasien perlu meminta penjelasan langsung dari dokter mengenai jenis tindakan, manfaat, risiko, dan proses pemulihan.
Jika Anda menghadapi kondisi kehamilan pada trimester kedua dan membutuhkan informasi mengenai pilihan penanganan, konsultasikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan yang kompeten. Dokter dapat membantu menjelaskan pilihan berdasarkan usia kehamilan dan kondisi kesehatan Anda.



























